Bersedekah Walaupun Miskin

Sedekah harus menjadi Makanan pokok dalam hidup kita,Baik Dalam keadaan kaya maupun miskin. Jangan jadikan kemiskinan sebagai tembok penghalang untuk bersedekah.Sedekah tidak harus dengan uang yang banyak atau barang yang berharga.Hanya dengan senyuman,kitapun dapat bersedekah.Allah menyukai orang yang yang kaya yang dermawan,tetapi Allah lebih menyukai orang miskin yang darmawan.
Islam mengajarkan kita tetap bersedekah pada waktu lapang maupun sempit.Rasulullah saw.pun mengingatkan kita agar jangan segan bersedekah meskipun hanya dengan sebutir kurma.
“Jauhkanlah dirimu dari api neraka walaupun dengan (bersedekah)sebutir kurma.”(HR Muttafaq Alaih).
Dan bersegerahlah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi,yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.(Yaitu)orang-orang yang menkahkan (hartanya), baik pada waktu lapang maupun pada waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan( kesalahan) Orang,Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik….mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan merekadan surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai,dan itulah sebaik-baik pahalaorang yang beramal.”(QS Ali Imran {3}: 133-136).
Anjuran dari Allah Swt.ini bermakna bahwa dalam kondisi sesulit apapun,manusia masih bias memberikan sesuatu dijalan Alla.Meski pun sedikit, yang terpenting adalah pemberian itu diberikan dengan keiklasan dan hanya mengharap ridha ilahi.namun,kita terkadang sangat sulit memberikan sedikit apa yang kita puny, baik dalam kondisi lapang,apalagi dalam kondisi sempit,dengan berbagai pertimbangan.
Sahabat-sahabat rasulullah selalu bersedekah walaupun dalam keadaan yang miskin,salh satunya adalah Ali bin Abi Thalib.Suatu hari Ali bin Abi Thalib Mendapati kedua anaknya,hasan dan Husain,sakit.Bahkan,kedua cucu baginda Rasulullah saw.itu mengalami sakityang cukup lama sehingga Ali pun bernazar,”jika Hasan dan Husain sembuh,aku akan berpuasa selama tiga hari”.Rupanya,Allah mendengar nazarAli tersebut hingga Hasan dan Husain pun sembuh…
Ali bin Abi Thalib bersama Istrinya, Fatimah Az-Zahra,pun berpuasa.menjelang tiba waktu berbuka pada hari pertama,hanya tersedia dua potong roti untuk makanan berbuka.Ketika waktu berbuka tiba,belum lagi keduanaya menyantap roti tersebut,Datang seorang fakir miskin yang mengetuk pintu mereka seraya meminta makanan karena perutnya belum terisi sejak beberapa hari. Ali dan Fatimah pun meberikan roti yang sudah di genggamnya. Merekapun melanjutkan berpuasa hingg keesokan harinya.
Pada hari kedua berpuasa merekapun hanya memiliki sepotong roti untuk dimakan berdua pada waktu berbuka nanti. Seperti halnya hari kemarin, ketika saatnya berbuka,pintupun kembali terdengar diketuk seseorang.Rupanya, seorang anak yatim yang meminta karena kelaparan.Tak kuasa menahan iba, Ali pun memberikan sepotong roti itu kepada anak yatimitu. Keduanya kembali berpuasa.Ujian memang selalu diberikan Allah kepada orang seperti Ali dan Fatimah (Beriman dan beramal saleh).Bahkan,pada hari ketiga berpuasa pun,sepotong royi yang mereka punya pada saat menjelang berbuka, ikhlas mereka berikan kepada seorang tawanan yang baru saja bebas,tetapi tdak mempunyai makanan. Ali,fatimah,dan kedua anaknya,Hasan dan Husain,mengerti bahwa semua ini aníllala ujian kesabaran dari Allah….
Sebuah pelajaran yang Sangay mengharuhan dari keluarga Ali bin Abi Thalib yang penyabar.Betapa Allah tengah menguji mereka.Akankah mereka tetap beriman dan mau menyedekahkan Rezekinya lepada orang lain, meskipun mereka Sangay membutuhkan.??? Bahkan,Kisah yang indah ini Allah lukiskan Dalam Surah Al-Insan[76] ayat8-10, agar menjadi pelajaran bagi manusia.
Memberi pada saat berlebih hádala hal mudah meski tdak semua orang melakukannya.Butuh perjuangan,keikhlasan,dan kesabaran untuk meniru apa yang dilakukan Ali bin Abi Thalib deserta keluarganya. Tentu saja kita bisa, jira kita mau.



Comments :

0 komentar to “Bersedekah Walaupun Miskin”


Poskan Komentar